PANCASILA, Ideologimu dulu…

Seorang Pujangga tua berumur 80 tahun menerobos barisan pengaman sebuah gedung tempat berkumpul para wakil rakyat, memaksa masuk dan menaiki kubah gedung yang berwarna hijau, lalu dia berteriak dengan lantang :

Dulu aku sangat cinta Negeri ini…

Dulu aku sangat bangga dengan Negeri ini…

Dulu aku betah tinggal bersama masyarakat Negeri ini…

Sekarang, aku masih cinta Negeri ini, tapi aku sedih…

Sekarang, aku masih tetap bangga dengan Negeri ini, tapi aku malu…

Sekarang, aku masih betah tinggal bersama Masyarakat Negeri ini, tapi aku ragu dan was-was…

Diiiimaaanaaaa…

Belum sempat sang pujangga tua mengakhiri syairnya, ia berlutut sambil memegang dada lalu tersungkur jatuh dari kubah gedung, tak seorangpun penghuni dalam gedung yang peduli akan kejadian yang menimpa sang pujangga tua, bahkan untuk sekedar menoleh. Mereka asyik dengan tidurnya, mereka asyik dengan tontonan mesumnya, mereka asyik dengan HP-nya, dan kesibukan tetek bengek lainnya yang tak ada hubungannya dengan kemajuan negeri ini.

Sang pujangga meninggalkan Sepenggal puisi yang diuntai dari dalam hati, menggambarkan gejolak jiwa yang mungkin dirasakan oleh ribuan bahkan jutaan Rakyat Indonesia. Ingin mencintai negeri ini tapi keadaan negeri yang kacau balau oleh konflik-konflik di masyarakat, dunia politik, bahkan merambah dunia Orang Hutan, membuatnya miris dan sedih…

Garuda Pancasila

Garuda Pancasila

Dulu bangsa kita memiliki persatuan yang kuat dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” (“jadul” memang), menghayati dan mengamalkan Ketuhanan Yang Maha Esa, mempraktekkan Kemanusiaan Yang adil dan beradab, Mengagungkan Persatuan Indonesia, Menghargai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan menjunjung tinggi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dulu rakyat kita gemar bergotong royong, namun semangat itu sekarang hampir hilang ditelan badai keangkuhan dan egoisme pribadi, dulu rakyat kita saling menghargai pemeluk agama lain tanpa pernah mengusik ataupun tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaan kepada orang lain, dulu rakyat kita saling mencintai sesama manusia, mengembangkan sikap tenggang rasa, tidak semena-mena terhadap orang lain,  cinta dan bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-tanah air Indonesia, mementingkan kepentingan negara dan masyarakat, suka memberi pertolongan kepada orang lain, dan masih banyak lagi hal-hal “berbau” kemanusiaan yang menjadi kebanggaan Negeri ini kesemuanya terkandung dalam ideologi Bangsa dan Negara kita “PANCASILA.

Gotong Royong

Hanya segelintir orang yang peduli dalam perbaikan selokan di salah satu RT daerah Bekasi

Inikah yang dinamakan Gotong Royong?

Inikah yang dinamakan Gotong Royong?

Atau Ini yang disebut dengan peduli dengan sesama?

Atau Ini yang disebut dengan peduli dengan sesama?

Sungguh menyedihkan bila melihat semangat gotong royong bangsa ini harus "di-Musiumkan"

Sungguh menyedihkan bila melihat semangat gotong royong bangsa ini harus "di-Musiumkan"

Sekarang, Negeri ini begitu hancur moralnya, maka tak salah bila predikat “NEGERI SERIBU KONFLIK” dialamatkan ke negeri ini, hampir setiap hari selalu saja ada konflik di negeri ini, berdarah ataupun tidak. Bangsa kita seakan kehilangan jati diri sebagai Orang “Timur” yang menjunjung tinggi adat istiadat dan Moral Kemanusiaan, Jangan sampai bangsa ini menjadi “liar” seperti hewan tak mempunyai moral dan etika.

Keinginan mengembalikan Pendidikan Moral Pancasila sempat mengemuka pada tahun 2011 dan “digodok” pada rapat MPR-DPR, tapi sekarang “melempem”.  Akankah wacana tersebut akan terkubur oleh kasus-kasus kejahatan “kerah putih” yang tak pernah ada ujung-pangkalnya? Akankah ideologi negara kita ini pada suatu saat nanti hanya menjadi sebuah sejarah Bangsa dan lalu dimusiumkan?! Akankah konsep bernama PANCASILA yang dirancang sangat hati-hati hasil jerih payah para pejuang pendiri jati diri bangsa kita menjadi sebuah konsep yang hanya akan menyisakan sebuah nama?! Semua hanya tinggal menunggu waktu “tayangnya” saja.

Sang Pujangga hanya tinggal nama, tiada lagi yang berteriak lantang meratapi nasib negeri ini, yang tersisa hanya sebuah tongkat tua yang setia menemaninya hingga ajal menjemputnya, tongkat yang tak sempat ia wariskan kepada penerus cita-cita dan angan-angannya akan negeri yang aman, tentram dan damai…

SELAMATKAN GENERASI PENERUS BANGSA…didik Penerus bangsa ini dengan moral dan etika yang mempunyai satu visi dan misi secara nasional! PANCASILA-lah konsep yang tepat dan teruji secara nasional, PANCASILA jugalah yang paling cocok untuk masyarakat Indonesia yang majemuk ini.

Salam

Komentarnya dong...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s