Al Mahfudhoot (Part 5)


 

Bergaullah dengan orang-orang yang Jujur dan menepati janji

Dalam pendidikan dikenal sebuah istilah TRILOGI PENDIDIKAN, yaitu : sebuah skema hubungan antara Lingkungan Keluarga, Lingkungan Sekolah, dan Lingkungan Masyarakat. Antara ketiga elemen tersebut saling berkaitan dan memberikan andil dalam pembentukan karakter dan pendidikan seseorang.

Bila Lingkungan sekolah diwarnai dengan orang-orang yang berkarakter baik dan mampu memotivasi seseorang untuk berbuat baik bagi masa depannya, serta Lingkungan Keluarga dan Lingkungan Masyarakatpun demikian adanya, maka akan tercetak pribadi-pribadi yang unggul dari lingkungan yang unggul ini, tetapi bila salah satu dari tiga elemen berjalan dengan sendirinya/bertolak belakang dengan elemen lainnya, maka tujuan untuk mencetak pribadi-pribadi unggul tidak akan tercapai.

Mahfudhoot ke 5 ini menganjurkan untuk bergaul dengan orang-orang yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan penepatan janji di semua Lingkungan pergaulan baik Lingkungan Sekolah, Lingkungan Rumah/Keluarga, dan Lingkungan Masyarakat. Ada apa dengan kejujuran dan penepatan janji ?

Satu akhlaq yang sangat mendasar didalam Islam yaitu Ash Shiddqu (jujur), lawannya adalah al kadzbu (dusta atau bohong). Rasulullah bersabda: “ setiap mukmin mungkin saja mempunyai sikap yang jelek,. Tetapi yang tidak boleh adalah al kadzbu (bohong) atau al khianat (khianat). Datang seorang kepada rasulullah dan berkata : “Ya Rasulullah, mungkinkah seorang mukmin itu penakut, mungkinkah seorang mukmin itu bakhil ?”. Jawab Rasulullah : “mungkin”. Sahabat kembali bertanya : “Mungkinkah seseorang mukmin al Kadzab (berdusta) ? Rasulullah menjawab : “Tidak mungkin”. Artinya akhlaq dasar yang paling minimal yang kita miliki yang mengatakan aku beriman kepada Allah adalah jujur. Itu artinya sifat dasar yang harus dimiliki seorang mukmin setelah berikrar dua kalimat syahadat adalah Berlaku JUJUR.

Tidak hanya itu “tes awal” yang diberikan Allah kepada ruh/arwah sebelum disatukan dengan tubuh seorang bayipun mempunyai esensi kejujuran dan penepatan janji sebagaimana tercantum di dalam Al Qur’an surat Al-A’raaf ayat 172. “Alastu birobbikum” (bukan-kah Aku Tuhanmu ?); Pada waktu itu Ruh kita menjawab “Balaa syahidna” (betul kami telah bersaksi), setelah persaksian tersebut, ditiupkanlah roh ke jasad/tubuh kita. Sebuah dialog antara Allah dan Ruh Manusia yang mengindikasikan sebuah kejujuran dan penepatan janji (walaupun janji harus ditepati saat kita baligh dengan menjadi Hamba-Nya yang taat)

Sifat yang tidak disukai oleh Allah adalah bohong, dan sifat yang dicintai oleh Allah adalah jujur. Rasulullah saw bersabda yang diriwayatkan oleh Aisyah dikatakan bahwa: “ Sifat yang dibenci oleh Rasulullah adalah bohong”. Kalau ada orang yang berbohong sekali, maka tidak akan hilang dalam ingatan Rasulullah sampai orang itu bertaubat. Mengapa bohong itu sangat serius ? dan jujur sangat penting ?. Jujur adalah pintu kebaikan. Bohong adalah pintu kejahatan. Artinya, kalau yang kita buka adalah pintu kejujuran, maka yang akan masuk adalah semua kebaikan. Seballiknya bohong adalah pintu kejahatan, kalau yang dibuka pintu kebohongan maka yang akan masuk adalah seluruh kejahatan.

Rasulullah saw bersabda :

 “Jauhilah sifat dusta ( bohong ). Sesungguhnyua sifat dusta akan membawa kamu kepada kejahatan, dan perbuatan jahat akan membawa ke neraka.
Ada seorang yang datang kepada Rasulullah ingin memeluk agama Islam tetapi ia sangat menyukai berbuat zina.. Persoalan tersebut jika dibawa kepada seorang psikiater barangkali resepnya akan banyak, Akan tetapi Rasulullah sangat singkat memberikan resepnya, yaitu tidak boleh berdusta (bohong). Apa hubungan zina dengan bohong ? bohong adalah pintunya, jika pintunya dibuka, maka segala dosa itu akan masuk, tapi jika kebohongan itu ditutup, maka segala dosa tidak akan masuk. Artinya dari seluruh kejahatan yang kita kerjakan itu akibat kita sering berani berbohong dan berdusta.

Jika TRILOGI PENDIDIKAN dibangun atas dasar kejujuran, maka akan terasa indah dan semua akan saling percaya dan mempercayai tanpa kekhawatiran akan hal negatif yang bisa diterima atau didapat oleh generasi penerus kita.

Semoga Bermanfaat

Salam Blog Pendidik

5 thoughts on “Al Mahfudhoot (Part 5)

  1. Website ini saya menemukan hanya hari ini. Dan meskipun aku bukan seorang Muslim atau Indonesia (Saya minta maaf untuk kesalahan ini dalam teks tertulis), saya pikir yang menjelaskan dengan baik. Dasar pemerintahan yang baik adalah moralitas.

  2. Kejururan menjadi barang antik sekarang ini pak Arbain, karena tidak adanya cahaya hidayah dari Allah dalam hatinya. Hati yang baik ditunjang logika yang sehat akan melahirkan tingkah lalu yang terpuji.
    Setuju bahwa istilah trilogi pendidikan, harusnya dimulai dari keluarga, sekolah, yang dapat memberi inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat.
    Suksen selalu … Bang

Komentarnya dong...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s