Al Mahfudhoot (Part 2)


Barang Siapa berjalan pada jalurnya, maka ia akan sampai

Barang Siapa berjalan pada jalurnya, maka ia akan sampai

Kata وَصَلَ yang berarti sampai, sampai di sini maksudnya adalah sampai pada sebuah tujuan dan cita-cita atau angan-angan. Sebagai seorang manusia, apa yang menjadi tujuan hidup kita? Pastilah jawabannya Kebahagiaan Dunia dan Akherat (iya apa iya? Pasti iya…). Kebahagiaan Akherat pastinya sudah jelas, taat melakukan perintah Allah dan menjauhi larangannya, tapi bagaimana dengan kebahagiaan dunia? Apakah cukup hanya dengan harta yang melimpah dan jabatan yang tinggi? Ataukah cukup hanya dengan cinta dan kasih sayang?

Baca selengkapnya…

Advertisements

Al Mahfudhoot


Ketika saya nyantri di Pondok Modern Daarussalaam GONTOR Ponorogo, ada satu Mata Pelajaran yang sangat saya sukai dan pastinya menjadi Favoriteku  diantara sekian banyak Mata Pelajaran yang ada di Pondok yang sangat terkenal di Indonesia  bahkan sampai manca negara tersebut. Mata Pelajaran yang dimaksud adalah…ya benar sekali المَحْفُوْظَاتُ . Baca selengkapnya…

Pesan Rahasia “si Anak Batu” untuk siswa Pak Andy


“Assalamualaikum Wr. Wb, anak-anakku…(murid kelas 4 SD : red), pada zaman dahulu kala hiduplah seorang anak yatim, Ayahnya ayo baca selanjutnya…

Monster Bernama KHITAN


Kisah heroik Seorang anak saat dikhitan

(Sebuah Kisah Nyata)

Cerita ini saya dedikasikan untuk tumbuh-kembang keponakanku tercinta (anak nomor dua dari kakak perempuanku yang juga nomor dua dari lima bersaudara) :

RAYHAN CONAN FERDION.

Dengan harapan ia tumbuh menjadi anak yang Sholeh, cerdas, berbakti kepada kedua Orang Tua, serta menjadi seorang pemimpin harapan bangsa kelak. Amin…

Conan dan Byan

Conan dan Byan

Kisah ini berawal dari keinginan keponakanku ini. Conan, begitu ia dipanggil oleh keluarga besar kami, mirip dengan nama seorang detective cilik dalam sebuah film kartun animasi, dan memang, nama Conan tersebut pemberian dari kakak perempuannya Alya Shavira Hewidz (panggil saja Vira) karena terinsfirasi film detective cilik tersebut.

yuk baca kelanjutannya…

Ketika Tahun Baru dan Tahun “Jadul” Tertawa lalu Malaikat Isrofil pun ikut Meniup Terompet


Malam Tahun Baru 2012 telah berlalu menyusul “teman-temannya” atau bisa dikatakan “kakak-kakaknya” (malam-malam tahun baru sebelumnya), seperti halnya setiap Malam-malam  pergantian tahun baru yang terjadi di setiap penghujung tahun, aktifitas yang dilakukan oleh seluruh masyakat di dunia nyaris sama atau bisa dikatakan sama, berulang-ulang dan telah menjadi sebuah habbit bahkan trend pergaulan.

Pedagang Terompet Tahun Baru berjejer sepanjang jalanan

Pedagang Terompet Tahun Baru berjejer sepanjang jalanan

Malam Pergantian tahun 2012 pun tak jauh berbeda nasibnya dengan “pendahulunya” dimeriahkan dengan pemandangan para pedagang terompet di setiap sudut kota sejak pagi hari 31 Desember 2011, pemandangan lainnya arus laju kendaraan menuju ke berbagai titik keramaian, tempat-tempat yang menyajikan hiburan pun diserbu kerumunan massa, beribu-ribu tusuk sate laku terjual, arang yang hitam sekalipun diborong habis sebagai bahan perayaan bakar sate dan kambing guling.

Saat Detik-detik “Pelantikan” tahun baru 2012 dan “Salam Perpisahan” tahun 2011 tiba, kembali aktifitas yang sama di setiap penghujung tahun terjadi lagi, beberapa tempat melakukan Count down, setelah itu terdengar tiupan “terompet perang” dibarengi dentuman-dentuman petasan dan kembang api di seantero dunia bak perang masal. Baca kelanjutannya…