Ketika Tahun Baru dan Tahun “Jadul” Tertawa lalu Malaikat Isrofil pun ikut Meniup Terompet

Malam Tahun Baru 2012 telah berlalu menyusul “teman-temannya” atau bisa dikatakan “kakak-kakaknya” (malam-malam tahun baru sebelumnya), seperti halnya setiap Malam-malam  pergantian tahun baru yang terjadi di setiap penghujung tahun, aktifitas yang dilakukan oleh seluruh masyakat di dunia nyaris sama atau bisa dikatakan sama, berulang-ulang dan telah menjadi sebuah habbit bahkan trend pergaulan.

Pedagang Terompet Tahun Baru berjejer sepanjang jalanan

Pedagang Terompet Tahun Baru berjejer sepanjang jalanan

Malam Pergantian tahun 2012 pun tak jauh berbeda nasibnya dengan “pendahulunya” dimeriahkan dengan pemandangan para pedagang terompet di setiap sudut kota sejak pagi hari 31 Desember 2011, pemandangan lainnya arus laju kendaraan menuju ke berbagai titik keramaian, tempat-tempat yang menyajikan hiburan pun diserbu kerumunan massa, beribu-ribu tusuk sate laku terjual, arang yang hitam sekalipun diborong habis sebagai bahan perayaan bakar sate dan kambing guling.

Saat Detik-detik “Pelantikan” tahun baru 2012 dan “Salam Perpisahan” tahun 2011 tiba, kembali aktifitas yang sama di setiap penghujung tahun terjadi lagi, beberapa tempat melakukan Count down, setelah itu terdengar tiupan “terompet perang” dibarengi dentuman-dentuman petasan dan kembang api di seantero dunia bak perang masal.

Pesta Kembang Api

Pesta Kembang Api

Selalu saja begitu di setiap tahunnya, tidakkah kita berpikir  Jangan-jangan si “empunya hajat” (Tahun baru dan Tahun “Jadul”) sedang menertawakan kita pada saat itu. Sambil berkata: “Bego’ lu pada mau aje ane n abang-abang ane kerjain tiap tahun”.  (hehehe..)

Ketika saya termenung, berpikir, ber-muhasabah, ber-husnu dan ber-suu dhon melihat semua aktifitas yang terjadi saat malam pergantian Tahun Baru, saya sempat berpikir (walaupun hanya lamunan sesaat dan bisa jadi sebuah khayalan yang konyol tapi mungkin terjadi) :

” Bagaimana bila saat kita bersama-sama sibuk meniup terompet dan pada saat yang sama pula Malaikat Isrofil meniup SANGKAKALA. Apa yang mesti kita perbuat??? “

Ingatan saya menerawang tentang sebuah lagu Qosidah Zaman dahulu dengan syair kurang lebih seperti ini :

Bila Izroil datang memanggil

Datang memanggil

Seluruh tubuh akan kedinginan.

dst.

Pikiran saya pun usil mengubah syair lagu tersebut dengan :

Bila Isrofil Meniup sangkakala

Meniup Sangkakala

Di Malam Tahun Baru

Gunung Meletus

Gunung Meletus

 

Petir dan Tornado

Petir dan Tornado

“Bagaimana pula bila saat kita serentak bersama-sama menyalakan kembang api lalu terdengar dentuman yang beriringan dan pada saat yang sama pula gunung-gunung berapi merasa tertantang atas kelakuan kita lalu serentak menyala dan memperdengarkan suara dentuman tandingan bersama halilintar yang mengelegar “didukung” sang badai topan dan “saudaranya” Tornado. Apa yang mesti kita perbuat…??? “

Mari bersama-sama kita mawas diri, bermuhasabah, berdoa, dan bertafakkur. Kehancuran Dunia Fana ini bisa terjadi kapanpun, detik ini, menit ini, hari ini, minggu ini, bulan ini, tahun ini, bahkan abad ini. Semoga kita menjadi hamba-Nya yang selalu diberi Hidayah-Nya, di-Lindungi-Nya, di-Rahmati, dan di-Kasihi-Nya.

Komentarnya dong...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s