Ada Apa dengan Buku Pelajaran Cetak ?


Originally posted on Siti Mugi Rahayu:

Saya bingung kok guru-guru meributkan buku cetak ya ? Akhir-akhir ini, ketika Kurikulum 2013 menjanjikan pemberian buku gratis untuk siswa dan guru, semua orang mempertanyakan kapan datangnya buku-buku tersebut karena kegiatan pembelajaran jadi tidak bisa berjalan.

Guru-guru di suatu sekolahpun mengeluhkan buku-buku yang sudah dibeli sekolah tapi belum didistribusikan ke siswa. “Bagaimana ngajarnya ?”, keluhannya kurang lebih seperti itu.

Seorang teman menunjukkan daftar isi sebuah buku baru yang lumayan banyak menurut dia, lalu bertanya pada saya, “Bu, apakah ini semua harus diajarkan kepada anak-anak ?”. Lho ???

Ada apa dengan buku pelajaran cetak ya ?

View original

Al Mahfuuzhoot (Part 6)



Mawaddatush Shodiiqi tazhharu waqtadl Dliiqi

Kecintaan Seorang Sahabat Sejati akan tampak/terbukti Ketika dalam Keadaan Kesusahan

Anda mungkin tak asing dengan peribahasa berikut “Kasih ibu Sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah”, peribahasa ini akan selalu benar dan memang tak akan ada yang menandingi kasih seorang ibu, bahkan bila dibandingkan dengan kasih seorang kekasih, seorang sahabat ataupun sahabat sejati sekalipun, kasih ibu tetap tak ada duanya. Sekalipun bila kasih anak menjadi sepanjang jalan, maka kasih ibu menjelma menjadi sepanjang hayat bahkan sepanjang masa.

Baca kelanjutannya…

Al Mahfudhoot (Part 5)


 

Bergaullah dengan orang-orang yang Jujur dan menepati janji

Dalam pendidikan dikenal sebuah istilah TRILOGI PENDIDIKAN, yaitu : sebuah skema hubungan antara Lingkungan Keluarga, Lingkungan Sekolah, dan Lingkungan Masyarakat. Antara ketiga elemen tersebut saling berkaitan dan memberikan andil dalam pembentukan karakter dan pendidikan seseorang.

Baca kelanjutannya…

Al Mahfudhoot (Part 4)


Man Qolla Shidquhu qolla shodiiquhu

Man Qolla Shidquhu qolla shodiiquhu Barang siapa sedikit jujurnya sedikit pula temannya

Sebagai seorang guru, kejujuran menjadi fokus utama saya untuk ditanamkan ke karakter siswa karena berdasarkan pengamatan saya tentang gejolak sosial masyarakat yang ada sampai dengan saat ini khususnya negara indonesia, sikap jujur sudah mengalami penurunan drastis, faktanya adalah kasus kerah putih (KKN, dll) yang notabene para pelakunya adalah orang-orang “berpendidikan” dan “akademisi atau eks akademisi”, kasus mereka mengambang tak terpecahkan karena kepintaran mereka menghindari kejujuran.

Flash back 2011, masih ingat kasus Ny. Siami? Masih ingat bagaimana Reaksi negatif yang ditampilkan warga menanggapi aksi Ny. Siami mengungkap praktek mencontek massal di SDN Gadel II/577 Tandes,Surabaya? Ini fakta lainnya yang menunjukkan adanya Baca Kelanjutannya…

Al Mahfuudhoot (Part 3)


Barang siapa yang sabar, maka ia beruntung

Barang siapa yang sabar, maka ia beruntung

Ketika saya mendengar kata sabar, saya sangat khawatir tidak bisa membahas tuntas kata yang satu ini karena kata ini sangat luas maknanya SABAR bisa identik dengan kata TABAH, TEKUN, IKHLAS, TAWAKKAL, TENANG, dan Menahan/Mengendalikan Diri.

Sabar bermakna Tawakkal, Tabah, Ikhlas, dan Tenang

Orang-orang sabar yang masuk dalam kategori ini adalah orang-orang sabar yang disebutkan dalam Al Quran seperti berikut ini :

Baca kelanjutannya…

Al Mahfudhoot (Part 2)


Barang Siapa berjalan pada jalurnya, maka ia akan sampai

Barang Siapa berjalan pada jalurnya, maka ia akan sampai

Kata وَصَلَ yang berarti sampai, sampai di sini maksudnya adalah sampai pada sebuah tujuan dan cita-cita atau angan-angan. Sebagai seorang manusia, apa yang menjadi tujuan hidup kita? Pastilah jawabannya Kebahagiaan Dunia dan Akherat (iya apa iya? Pasti iya…). Kebahagiaan Akherat pastinya sudah jelas, taat melakukan perintah Allah dan menjauhi larangannya, tapi bagaimana dengan kebahagiaan dunia? Apakah cukup hanya dengan harta yang melimpah dan jabatan yang tinggi? Ataukah cukup hanya dengan cinta dan kasih sayang?

Baca selengkapnya…

Al Mahfuudhoot (Part 1)


Barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti mendapat

Barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti mendapat

Mungkin anda sudah sangat akrab dengan mahfudhoot yang satu ini, ya…benar sekali مَنْ جَدَّ وَ جَدَ Man Jadda wajada sangat populer dan kedengaran tidak asing di telinga kita karena sering sekali diucapkan, baik oleh seorang motivator, ustadz, ataupun praktisi pendidikan, bahkan مَنْ جَدَّ وَ جَدَ   sudah masuk ke acara Kick Andy oleh karena kepopuleran buku “Negeri 5 Menara” yang ditulis oleh Ahmad Fuadi salah seorang alumni KMI PM GONTOR, kalimat مَنْ جَدَّ وَ جَدَ  menjadi salah satu judul dalam buku tersebut.

Baca Kelanjutannya

Al Mahfudhoot


Ketika saya nyantri di Pondok Modern Daarussalaam GONTOR Ponorogo, ada satu Mata Pelajaran yang sangat saya sukai dan pastinya menjadi Favoriteku  diantara sekian banyak Mata Pelajaran yang ada di Pondok yang sangat terkenal di Indonesia  bahkan sampai manca negara tersebut. Mata Pelajaran yang dimaksud adalah…ya benar sekali المَحْفُوْظَاتُ . Baca selengkapnya…

Bosscha Wajahmu Kini


Karel Albert Rudolf Bosscha, Seorang yang sangat berjasa bagi berdirinya Bosscha

Karel Albert Rudolf Bosscha, Seorang yang sangat berjasa dalam pembangunan Observatorium Bosscha

Kota Lembang dikenal di dunia internasional karena keberadaan Observatorium Bosscha yang telah berusia 89 tahun, salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. Observatorium Bosscha (dahulu bernama Bosscha Sterrenwacht) dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Pada rapat pertama NISV, diputuskan akan dibangun sebuah observatorium di Indonesia demi maemajukan Ilmu Astronomi di Hindia Belanda. Dan di dalam rapat itulah, Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang tuan tanah di perkebunan teh Malabar, bersedia menjadi penyandang dana utama dan berjanji akan memberikan bantuan pembelian teropong bintang. Sebagai penghargaan atas jasa K.A.R. Bosscha dalam pembangunan observatorium ini, maka nama Bosscha diabadikan sebagai nama observatorium ini. Baca selengkapnya…

PANCASILA, Ideologimu dulu…


Seorang Pujangga tua berumur 80 tahun menerobos barisan pengaman sebuah gedung tempat berkumpul para wakil rakyat, memaksa masuk dan menaiki kubah gedung yang berwarna hijau, lalu dia berteriak dengan lantang :

Dulu aku sangat cinta Negeri ini…

Dulu aku sangat bangga dengan Negeri ini…

Dulu aku betah tinggal bersama masyarakat Negeri ini…

Sekarang, aku masih cinta Negeri ini, tapi aku sedih…

Sekarang, aku masih tetap bangga dengan Negeri ini, tapi aku malu…

Sekarang, aku masih betah tinggal bersama Masyarakat Negeri ini, tapi aku ragu dan was-was…

Diiiimaaanaaaa… Baca selengkapnya